You are here

mapping

WRI experts Betsy Otto, Charles Iceland, Tien Shiao, and Paul Reig will attend World Water Week in Stockholm next week. Among other activities, they’ll co-host a session on using satellite data to map global water risks. Here, Andrew Maddocks explores the role that satellite data can play in improving water management. Learn more about WRI’s World Water Week Activities.

Api kembali berkobar di pulau Sumatera, Indonesia, dengan jumlah peringatan titik api nyaris mencapai tingkat pada bulan Juni 2013 yang menyebabkan negara tetangga Singapura dan Malaysia diselimuti oleh kabut asap yang sangat mengkhawatirkan. Satelit NASA mencatat total 734 peringatan titik api dengan tingkat keyakinan deteksi tinggi di provinsi-provinsi pulau Sumatera pada periode 22-27 Agustus. Jumlah peringatan titik api menurun secara signifikan pada tanggal 28 dan 29 Agustus.

The government of Nova Scotia announced an ambitious plan earlier this month to protect 245,000 hectares of forest and park land, establishing the Canadian province as a conservation leader in one of the world’s most heavily forested nations. Roughly 14 percent of all land in Nova Scotia will now be legally protected from development, making it the province with the second-highest percentage of land devoted to protected areas in Canada, after British Columbia.

This news is significant for conservationists and for the vast number of Canadians who depend on these forests for clean air, water, and a bounty of other resources. It also illustrates a powerful truth: precise, science-based maps are an essential component of good forest management and planning.

Over the past few days, WRI has been tracking the location of forest and land fires on Sumatra, an island in western Indonesia. In this update, WRI examines the historical trends of forest fires in Sumatra. Read our previous analysis.

Bacalah posting blog dalam Bahasa Indonesia di sini

Fires continue to burn in Indonesia, spreading haze and suffering across the country and into Malaysia and Singapore. New research from the World Resources Institute reveals troubling trends about the blazes:

  • The current fires are not beyond the normal historic range for fires in the region, but that may change as the fires continue to burn heavily.

  • The recent fires are part of a longstanding, endemic crisis of forest fires and land clearing in Indonesia, and bold action is needed to prevent the crisis from escalating.

In this new analysis, WRI examines the historical trends of forest fires in Sumatra. Rapid analysis from WRI finds that the current forest fires observed in the Riau Province fit into a larger pattern of widespread forest and land fires. However, June 2013 is on track to be one of the worst months on record since 2001. Evaluation of recent wind patterns explains why the fires’ impact was felt so acutely in Singapore.

WRI explored these trends using two key data sets:

  1. Historic fire alerts from NASA’s Active Fire Data, which shows fire alerts for the period of January 1, 2001 until the present.

  2. Information on air dispersion to Singapore derived from NOAA’s HYSPLIT model, which takes into account meteorological data and can be used to estimate the most likely path that air traveled to reach a particular location at a given time.

Cecelia Song, Andika Putraditama, Andrew Leach, Ariana Alisjahbana, Lisa Johnston, James Anderson dan ahli lainnya di WRI juga berkontribusi dalam artikel ini.

Read this post in English here.

Hari Jumat yang lalu, World Resources Institute (WRI) mempublikasikan data detil terkait lokasi peringatan titik api di Sumatera yang telah menyebabkan kabut asap yang sangat mengganggu dan berpotensi beracun di wilayah Indonesia, Singapura, dan Malaysia. Pemerintah ketiga negara, perusahaan-perusahaan, maupun media semua berlomba untuk mencari data untuk memahami penyebab dan lokasi sebaran titik api, serta memutuskan siapa yang seharusnya bertanggung jawab.

Selama beberapa hari terakhir ini, WRI telah melacak lokasi sebaran kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Sumatera, sebuah pulau di bagian barat Indonesia. Dalam perkembangan terbaru ini, WRI menganalisis tren historis kebakaran hutan yang terjadi di Sumatera. Baca analisa sebelumnya.

Analisis terbaru dari WRI menunjukkan adanya perkembangan sebaran peringatan titik api di Sumatera dari waktu ke waktu serta kaitannya dengan konsesi perusahaan. Dua data penting dalam analisis ini antara lain:

WRI telah memperbarui data terkait kebakaran hutan di Indonesia. Baca artikelnya di sini.

Cecelia Song, Andika Putraditama, Andrew Leach, Ariana Alisjahbana, Lisa Johnston, Jessica Darmawan, James Anderson dan ahli-ahli lainnya di WRI juga berkontribusi dalam artikel ini.

Read this story in English here

Penduduk di,Singapura, sebagian dari Indonesia dan Malaysia sedang mengalami kabut asap yang menganggu aktivitas sehari-hari akibat kebakaran hutan. Tingkat kualitas udara di Singapura telah jatuh ke tingkat terburuk yang pernah tercatat di pulau tersebut sedangkan bandara di Indonesia dan beberapa sekolah di Malaysia harus ditutup. Hampir semua kebakaran yang terjadi baru-baru ini (12-20 Juni) berasal dari titik api di Sumatera.

Media massa banyak memuat debat sengit mengenai lokasi, sebab, dan sifat kebakaran. Saat ini WRI telah menyusun beberapa data awal yang menunjukkan beberapa pola menarik. Data awal menunjukkan kebakaran yang terjadi relatif sedikit di kawasan lindung dan konsesi penebangan. Lebih dari setengah dari peringatan titik api yang ditemukan terjadi pada hutan tanaman industri dan perkebunan kelapa sawit. Meskipun membakar hutan bagi perusahaan di Indonesia merupakan perbuatan ilegal, perusahaan di masa lalu telah diketahui menggunakan api untuk pembukaan lahan. Hal ini akan menjadi penting untuk mengumpulkan informasi lebih lanjut mengenai lokasi kebakaran dan penyebabnya. Informasi ini dapat memberi implikasi penting bagi perusahaan-perusahaan dan badan pemerintah yang terlibat.

Pages

Stay Connected