You are here

fire

Kebakaran di Indonesia terus menghasilkan asap dan kabut di seluruh wilayah, dengan polusi udara mencapai level yang sangat berbahaya dalam semalam di Singapura. Sejak pukul 5 pagi pada tanggal 25 September, level polutan negara tersebut merupakan yang tertinggi dari yang pernah diukur hingga tahun 2015. Pada level ini, seluruh masyarakat cenderung terkena dampak negatif, dan para pihak yang berwenang telah menutup semua sekolah dasar dan menengah hingga situasi menjadi lebih baik.

Indonesia's parliament recently approved an agreement to reduce haze pollution from land and forest fires.

Ratification of the law—originally signed 12 years ago—comes not a moment too soon: Fires are currently flaring across southern Sumatra and West and Central Kalimantan, jeopardizing Indonesia’s forests and the communities and wildlife that call these regions home.

Peristiwa kebakaran hutan dan lahan gambut yang baru-baru ini terjadi di Indonesia meninggalkan jejak kerusakan yang sangat dahsyat. Kebakaran hutan, yang mencapai puncak pada bulan Maret serupa dengan krisis kabut asap Juni 2013, menghasilkan kabut asap berbahaya dalam jumlah yang sangat besar. Hal ini mengakibatkan ditutupnya ratusan sekolah dan beberapa bandara lokal, serta mungkin telah mengakibatkan gangguan pernapasan kepada lebih dari 50.000 orang.

Baca versi bahasa Inggris di sini.

Di awal Maret 2014, kebakaran hutan dan lahan gambut di provinsi Riau, Sumatera, Indonesia, melonjak hingga titik yang tidak pernah ditemukan sejak krisis kabut asap Asia Tenggara pada Juni 2013. Hampir 50.000 orang mengalami masalah pernapasan akibat kabut asap tersebut, menurut Badan Penanggulangan Bencana Indonesia. Citra-citra satelit dengan cukup dramatis menggambarkan banyaknya asap polutan yang dilepaskan ke atmosfer, yang juga berkontribusi kepada perubahan iklim.

For further reading, see our op-ed in the Jakarta Post.

Less than four months ago, millions of people across Singapore, Malaysia and Indonesia were choking on the worst air pollution ever recorded in Southeast Asia as hundreds of fires burned across Sumatra. The fires caused serious damage, eliciting a public health emergency, closing schools and harming tourism and other businesses.

This week the Sultan of Brunei is hosting many of Asia’s heads of state for the 23rd Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) Summit. Preventing new fires and haze are high on the agenda. Key decisions and actions are urgently needed from the presidents and prime ministers this week.

Fires were ablaze once more on the Indonesian island of Sumatra, reaching levels almost as high as those of June 2013, when neighboring Singapore and Malaysia were smothered by record-breaking smog and haze. NASA satellites registered a total of 734 high-confidence fire alerts in Sumatra’s provinces for the period August 22-27. Fire alert numbers declined significantly August 28-29.

Stay Connected