Saya menyambut baik kehadiran buku Reefs at Risk in Southeast Asia yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Rangkuman pengetahuan tentang terumbu karang, khususnya dalam terjemahan Indonesia, akan memberi andil yang cukup besar dalam melaksanakan pembangunan kelautan secara berkelanjutan di Indonesia.
Selama ini keterbatasan informasi merupakan kendala besar dalam melaksanakan praktek-praktek pengelolaan yang selaras dengan nuansa pembangunan kelautan secara berkelanjutan.
Apa yang dilakukan World Research Institute untuk melakukan pengumpulan data dan analisis tentang status dan ancaman terhadap terumbu karang di Indonesia akan memberikan arti positif bagi perkembangan gerakan penyelamatan terumbu karang di Indonesia. Kita perlu menghargai jerih payah yang dilakukan oleh WRI, karena bagaimanapun terumbu karang yang terdapat di Indonesia adalah milik dunia. Sudah selayaknya kita memiliki kepedulian yang sama dengan WRI dalam menjaga serta melestarikan terumbu karang karena milik dunia tersebut berada di wilayah Indonesia.
Apalagi di saat bangsa ini tengah berupaya melaksanakan pembangunan kelautan yang membutuhkan banyak pengetahuan dan masukan, kehadiran dokumen ilmiah seperti ini akan sangat bermanfaat untuk menggugah kepedulian dan peran aktif masyarakat dalam melakukan perlindungan terumbu karang.
Semoga impian dan harapan akan arti pembangunan yang berasaskan kelestarian dan keberlanjutan dapat kita wujudkan bersama.
Jakarta, 22 Januari 2002
Sarwono Kusumaatmadja
Dewan Maritim Indonesia.
Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan RI.



