You are here

Indonesia

WRI established its Indonesia office in 2014. We work with leaders in business, government, and civil society to address climate change, forest restoration, forest governance, and access to information. Learn more about our work in Indonesia, including our Forests and Landscapes in Indonesia, Governance of Forests Initiative, and Access Initiative projects. Visit the WRI Indonesia website.

Kebakaran di Indonesia terus menghasilkan asap dan kabut di seluruh wilayah, dengan polusi udara mencapai level yang sangat berbahaya dalam semalam di Singapura. Sejak pukul 5 pagi pada tanggal 25 September, level polutan negara tersebut merupakan yang tertinggi dari yang pernah diukur hingga tahun 2015. Pada level ini, seluruh masyarakat cenderung terkena dampak negatif, dan para pihak yang berwenang telah menutup semua sekolah dasar dan menengah hingga situasi menjadi lebih baik.

Sementara masih menghadapi asap tebal dari kebakaran hutan dalam beberapa minggu terakhir, Indonesia telah menyerahkan rancangan kebijakan iklim pasca-2020, yang dikenal sebagai Intended Nationally Determined Contribution (INDC), atau Kontribusi Nasional yang Dimaksudkan. Di dalam dokumen tersebut, negara penyumbang emisi gas rumah kaca terbesar kelima di dunia ini berkomitmen terhadap target tak bersyarat berupa 29 persen penurunan emisi pada tahun 2030 dibandingkan skenario business-as-usual, dan sebesar 41 persen dengan bantuan internasional. Dengan ini, Indonesia telah menetapkan untuk memperpanjang target mitigasi sukarela 2020 dan bergabung dengan lebih dari 70 negara lainnya yang telah mengumumkan INDC mereka.

Indonesia’s national commitment is encouraging and demonstrates the country’s seriousness to address this complex global challenge. The government has taken positive steps in the process of developing the INDC, but can be further improved with more details to ensure the plan’s effectiveness.

In 2009, Indonesia made a bold move by voluntarily pledging to achieve a 26 percent reduction in emissions against the business-as-usual scenario in 2020, or 41 percent with international support. Being a developing country with so much promise for economic growth and development, the international community applauded Indonesia for this daring target, which became a game-changer in the stagnant climate negotiations at the time. The National Action Plan on Reducing Greenhouse Gas Emission (RAN-GRK) was soon issued to guide its implementation.

Pages

Stay Connected